Para pecinta olahraga bola basket wajb tahu, induk organisasi bola basket di Indonesia adalah Perbasi. Masuknya basket di Indonesia tak lepas dari kedatangan para perantau Tiongkok pada saat itu. Sekitar tahun 1920-an para perantau Tiongkok membawa permainan basket yang sudah berkembang selama dua dasawarsa di sana. Para perantau tersebut mengembangkan basket melalui komunitas serta sekolah-sekolah Tionghoa.

Basket menjadi salah satu olahraga wajib yang dimainkan di sekolah-sekolah Tionghoa tersebut. Maka pada waktu itu tak jarang ditemui lapang-lapang basket di sekolah Tionghoa. Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Medan menjadi sentral berdirinya perkumpulan basket pada tahun 1930an. Untuk pertama kalinya basket dimainkan di level pada Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun 1948 di Solo.

Namun saat itu pertandingan basket masih terbatas pada tim putra masing-masing Karesidenan dan juga perkumpulan-perkumpulan dengan pemain pribumi seperti PORI Solo, PORI Yogyakarta, dan Akademi Olahraga Sarangan. Kemudian pada PON II, basket sudah ditandingkan untuk putra dan putri. Kali ini regu yang dikirim sudah mewakili Provinsi masing-masing.

 

Induk Organisasi Bola Basket di Indonesia adalah Perbasi

Pada tahun 1951, Maladi–salah satu tokoh olahraga nasional–meminta Tony Wen dan Wim Latumeten untuk membentuk organisasi basket di Indonesia. Jabatan Maladi waktu itu adalah sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Atas prakarsa kedua tokoh itu maka pada 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi dengan nama “Persatuan Basketball Seluruh Indonesia”. Pada tahun 1955, diadakan penyempurnaan nama sesuai kaidah Bahasa Indonesia. 

Induk organisasi bola basket di indonesia adalah “Persatuan Bola Basket seluruh Indonesia” disingkat dengan Perbasi. Pengurus Perbasi yang pertama adalah Tony Wen sebagai ketua dan Wim Latumeten sebagai sekretaris.

Pada tahun 1953, Perbasi diterima menjadi anggota FIBA. Lalu setahun kemudian Indonesia untuk pertama kalinya mengirimkan regu basket di Asian Games Manila.

Induk organisasi bola voli di Indonesia adalah PBVSI yang selalu penting untuk dikupas. Terlebih dalam beberapa dekade terakhir, bola voli menjadi salah satu olahraga yang populer di masyarakat Indonesia. Sementara di tanah air terdapat organisasi yang mengurusi olahraga bola voli yakni PBVSI.

Jika ditarik sejarahnya, olahraga bola voli mulai diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1920 an. Kala itu beberapa guru di Sekolah Dasar mulai mengajarkan cara bermain olahraga bola voli kepada siswa-siswa pribumi. 

Khusus di Indonesia, olahraga bola voli dipertandingkan pertama kalinya di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 1951 di Medan. Pertandingan bola voli kembali dipertandingkan untuk kedua kalinya di PON III di Medan. 

 

Sebelum dibentuknya PBVSI, organisasi bernama Ikatan Perhimpunan Volleyball Soerabaia (IPVOS) dan Persatuan Volleyball Indonesia Djakarta (PVID) melakukan pertemuan guna merespon tanggapan dari berbagai pihak dalam hal pembentukan PBVSI. 

Akhirnya Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia atau disingkat PBVSI secara resmi terbentuk pada tanggal 22 Januari 1955. Ketua pertama PBVSI saat itu dijabat oleh Win. J Latumeten. Di tahun 1958, PBVSI resmi masuk sebagai anggota FIVB atau Federasi Bola Voli Internasional. 

Pemaianan bola voli untuk pertama kalinya ditemukan oleh William G. Morgan dengan nama Mintonette, tberbda dengan nama yang ada sekarang yaitu Volleyball.

 

William G. Morgan
Seperti  yang telah dijelaskan bahwa penemu dari permainan bola volo yaitu : William G. Morgan, yang mana beliau lahir pada tahun 1870 dan meninggal dunia pada tahun 1942. William G. Morgan  merupakan seorang instruktur pendidikan jasmani atau dalam Bahasa Inggris disebut sebagai Director of Phycal Education di YMCA. Penemuan atas olahraga Mintonette yaitu pada tanggal 9  Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat.

Organisasi YMCA
YMCA merupakan singkatan atas Young Men’s Cristian Association. YMCA didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh George William. Asosiasi ini merupakan suatu organisasi yang ditujukan untuk mengajarkan tentang ajaran agama Kristen kepada para memuda-pemuda. Di YMCA terdapat fasilitas–fasilitas yang memang disediakan untuk pemuda-pemuda, fasilitas yanga da misalnya fasilitas olahraga dan penginapan.
Terinspirasi dari Permainan Bola Basket

Sejarah bola voli mencatat bahwa ditemukannya olahraga Mintonette (bola voli) yaitu setelah William G. Morgan sesudah beliau berjumpa dengan James Naismith, di mana James Naismith merupakan penemu atau pencipta olahraga bola basket. James Naismith juga merupakan seorang instruktur pendidikan jasmani.

Pada mulanya, diciptakannya pertandingan bola voli ini adalah untuk para anggota YMCA yang sudah tidak muda lagi. Oleh karenanya permainannya dirancang tidak seaktif permainan bola basket.

 

William G Morgan tentunya meruakan pembuat peraturan permainan bola voli. Beliau membuat sebuah jaring yang tingginya 1,98 meter, kemudian jarring tersebut dipasang di tengah-tengah lapangan. Untuk ukuran lapangan bola voli yaitu 7,6 meter x 15,2 meter. Sedangkan setiap pertandingan durasinya 9 sesi dengan 3 kali servis yang dilakukan oleh masing-masing tim di setiap sesinya.

Berganti Nama Menjadi Bola Voli
Perubahan nama dari olahraga Mintonette menjadi volleyball atau bola voli  yaitu pada tahun 1896. Pada awal tahun 1896, William G Morgan diundang Dr. Luther Halsey Gulick (Beliau adalah merupakan Director of the Professional Physical Education Training School yang juga sekaligus Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA) supaya mendemonstrasikan permainan yang baru temukan/diciptakannya tersebut dalam sebuah konferensi di stadion kampus YMCA.

 

Pada kesempatan itu William G Morgan membawa 2 tim yang mana untuk setiap tim terdiri atas 5 orang angota. Pada waktu itu seluruh instruktur pendidikan jasmani hadir. William G Morgan menerangkan bahwa permainan yang diciptakanya tersebut dapat dimainkan di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Beliau menjelaskan bahwa permainan tersebut dapat dimainkan oleh banyak pemain, tidak ada standar jumlah pemain. Prinsip permainan ini adalah supaya bola tetap bertahan dan tetap bergerak melewati net ke daerah permainan lawan.

 

Seiring perkembangan zaman, maka aturan permainan bola voli mulai mengalami perubahan sedikit demi sedikit. Pada tahun 1916, pemakaian teknik spike atau smash mulai diperkenalkan. Kemudian 4 tahun sesudahnya yaitu pada tahun 1920, diciptakanlah peraturan yaitu 3 kali sentuhan dengan jumlah skor akhir juga mengalami perubahan. Pada mulanya skornya yaitu 15 poin berubah menjadi 21 poin. Di tahun 1900, olahraga ini mulai berkembang ke negara lain selain Amerika, yaitu negara Kanada.

Dan pada akhirnya menjadi meluas ke berbagai negara. Kemudian di tahun 1947 dibentuk suatu federasi bola voli internasional dengan nama Federation Internationale de Volleyball (FIVB) atau Federasi Internasional Bola Voli. Pada tahun 1949 merupakan untuk yang pertama kalinya kejuaraan olahraga bola voli dunia dipertandingkan. Itulah sejarah singkat bola voli pada level internasional.

 

Masuknya permainan bola voli ke Indonesia untuk pertama kalinya yaitu pada tahun 1928. Pada saat itu permainan bola voli hanya dimainkan oleh para bangsawan dan orang-orang belanda saja. Para guru pendidikan jasmani dan juga tentara memiliki peran dalam pengenalan dan perkembangan olahraga bola voli di Indonesia. Mereka gemar melakukan permainan di asrama dan juga di lapangan terbuka. Selain itu mereka juga gemar mengadakan pertandingan bola voli antar kompeni.

Tidak memerlukan waktu yang lama untuk pekembangan olahraga bola voli di Indonesia, hal ini dibuktikan dengan munculnya berbagai klub bola voli, terutama di kota – kota besar. Fenonema tersebut kemudian direspon dengan dibentuknya PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) pada tanggal 22 Januari 1955 di Jakarta. Dan bersamaan dengan itu juga, diadakan pertandingan kejuaraan olahraga bola voli nasional untuk yang pertama kalinya.

Mulai Dipertandingkan Secara Resmi
Menjelang diadakannya Asian Games IV pada tahun 1962 dan dilanjutkan dengan Ganefo I di tahun berikutnya, yaitu tahun 1963 sehingga perkembangan permainan bola voli semakin melambung. Hal tersebut untuk semua kategori, baik pertandingan tim putra maupun tim putri. Di tahun 1951 pada bulan Oktober, bola voli mulai dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) II yang diadakan di Jakarta.

Previous articleKode Redeem Free Fire Reward, Apa Saja yang Akan Anda Dapat?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here